28.10.09

Peringatan Dari Bid’ah

Oleh: Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah

Kitab Fadhul Islam bag 13:
BAB PERINGATAN DARI BID’AH 1

Dari ‘Irbadh bin Sariyah, dia berkata, suatu hari Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menasehati kami dengan sebuah nasehat yang mengena yang membuat air mata jatuh bercucuran dan menggetarkan hati-hati, kami berkata, “Wahai Rosulullah, seakan-akan ini adalah nasehat perpisahan maka berilah kami wasiat.” Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Keterasingan Islam & Keutamaan Orang-orangnya

Oleh: Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah

Kitab Fadhul Islam bag 12:
BAB TENTANG KETERASINGAN ISLAM
DAN KEUTAMAAN ORANG-ORANG YANG ASING

Dan Allah Ta’ala berfirman:
(فَلَوْلا كَانَ مِنَ الْقُرُونِ مِنْ قَبْلِكُمْ أُولُو بَقِيَّةٍ يَنْهَوْنَ عَنِ الْفَسَادِ فِي الْأَرْضِ إِلَّا قَلِيلاً مِمَّنْ أَنْجَيْنَا مِنْهُمْ )
“Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kalian orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang pengrusakan di muka bumi, kecuali sebahagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka.” ( QS. Hud: 116).

Peringatan Terhadap Penyelewengan dalam Agama

Oleh: Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah

Kitab Fadhul Islam bag 11:
BAB FIRMAN ALLAH TA’ALA
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitroh Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitroh itu. Tidak ada perubahan pada fitroh Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Ar-Rum: 30).

Dan firman Allah ta’ala:
وَوَصَّى بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَابَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
“Dan Ibrohim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya`qub. (Ibrohim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagi kalian, maka janganlah kalian mati kecuali dalam memeluk agama Islam".(QS. Al-Baqoroh: 132).

27.10.09

Peringatan dari Sikap Memberat-Beratkan Diri Dan Berdalam-Dalam

Oleh: Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah

Kitab Fadhul Islam bag 10:
BAB FIRMAN ALLAH TA’ALA
(يَاأَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تُحَاجُّونَ فِي إِبْرَاهِيمَ)
“Hai ahli kitab, mengapa kalian berbantah-bantahan tentang perkara Ibrohim.”
Sampai pada firman-Nya:
وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
“Dan Ibrohim itu bukan termasuk golongan orang-orang yang musyrik.”
(QS. Al-Baqoroh: 135)

Dan firman-Nya:
(وَمَنْ يَرْغَبُ عَنْ مِلَّةِ إِبْرَاهِيمَ إِلَّا مَنْ سَفِهَ نَفْسَهُ وَلَقَدِ اصْطَفَيْنَاهُ فِي الدُّنْيَا وَإِنَّهُ فِي الْآخِرَةِ لَمِنَ الصَّالِحِينَ)
“Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrohim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri. Dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang sholih.” (QS. Al-Baqoroh: 130).

Allah menghalangi Taubat Pelaku Bid’ah

Oleh: Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah

Kitab Fadhul Islam bag 9:
BAB BAHWASANYA ALLAH MENGHALANGI TAUBATNYA PELAKU BID’AH1

Ini diriwayatkan dari hadits Anas dan dari riwayat-riwayat mursal Al-Hasan. Dan Ibnu Wadhoh menyebutkan dari Ayyub, dia berkata: “Dulu diantara kami ada seseorang yang memiliki suatu pemikiran (bid’ah), kemudian dia meninggalkan pemikirannya tersebut. Kemudian aku mendatangi Muhammad bin Sirin, kemudian aku berkata (kepadanya), “Apakah kamu tahu bahwa fulan telah meninggalkan pemikirannya.” Maka Muhammad bin Sirin berkata, “Lihatlah kemana dia berpindah! Sesungguhnya akhir perkaranya lebih dahsyat dari awalnya.
(( يمرقون من الإسلام كما يمرق السهم من الرمية ثم لا يعودون إليه))
“Mereka keluar dari Islam sebagaimana keluarnya anak panah dari sasarannya kemudian tak kembali lagi.”
Ahmad bin Hanbal pernah ditanya tentang makna hal itu, maka beliau menjawab, “Mereka tidak diberi taufik untuk bertaubat.”

Bid’ah Lebih Bahaya Daripada Dosa-dosa Besar

Oleh: Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah

Kitab Fadhul Islam bag 8:
BAB TENTANG
BID’AH LEBIH BERBAHAYA DARIPADA DOSA-DOSA BESAR1


Dan firman Allah ta’ala:
( إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ)
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” ( QS. An-Nisa: 48).

24.10.09

Wajib Masuk Islam Secara Kaffah Keseluruhan

Oleh: Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah
Kitab Fadhul Islam bag 7: BAB WAJIB MASUK KE DALAM ISLAM SECARA SEMUANYA DAN MENINGGALKAN YANG SELAINNYA

Dan firman Allah ta’ala:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan.” ( QS. Al-Baqoroh: 208)

Dan firman Allah ta’ala:
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ آمَنُوا بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِك
“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu?” ( QS. An-Nisa’: 60)

Larangan Seruan-seruan Jahiliyyah

Oleh: Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah
Kitab Fadhul Islam bag 6: BAB TENTANG KELUAR DARI SERUAN-SERUAN ISLAM

Dan firman Allah ta’ala:
 (هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَذَا)
“Dia (Allah) telah menamai kalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al-Qur'an) ini.” (QS. Al-Hajj:78).

Dan dari Al-Harits Al-Asy’ari, dia menceritakannya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :
 (( وَأَنَا آمُرُكُمْ بِخَمْسٍ اللَّهُ أَمَرَنِي بِهِنَّ السَّمْعُ وَالطَّاعَةُ وَالْجِهَادُ وَالْهِجْرَةُ وَالْجَمَاعَةُ فَإِنَّهُ مَنْ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ قِيدَ شِبْرٍ فَقَدْ خَلَعَ رِبْقَةَ الْإِسْلَامِ مِنْ عُنُقِهِ إِلَّا أَنْ يَرْجِعَ وَمَنْ ادَّعَى دَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ فَإِنَّهُ مِنْ جُثَا جَهَنَّم ))
“Aku memerintahkan kalian dengan lima hal yang diperintahkan Allah kepadaku; (yaitu) untuk mendengar, untuk taat, untuk berjihad, untuk hijroh, dan untuk bersatu dengan al-jama’ah. Sesungguhnya barangsiapa yang meninggalkan al-jama’ah sejarak sejengkal, maka berarti telah melepaskan tali Islam dari lehernya, kecuali dia kembali. Dan barangsiapa yang menyeru dengan seruan jahiliyah, maka dia termasuk dari kumpulan penghuni neraka jahannam.”

23.10.09

Cukup Mengikuti Kitab Suci Terakhir Al-Qur’an

Oleh: Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah

Kitab Fadhul Islam bag 5: BAB MERASA CUKUP DENGAN MENGIKUTI AL-QUR’AN DARIPADA (KITAB-KITAB) YANG LAINNYA

Dan firman Allah ta’ala:
وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ
“Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur'an) untuk menjelaskan segala sesuatu.” ( QS. An-Nahl: 89).

Al-Imam An-Nasa’i dan yang lainnya meriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau melihat selembar dari At-Taurot di tangan ‘Umar radhiyallahu ‘anhu. Kemudian beliau berkata:


(( أمتهوكون يا ابن الخطاب ؟ لقد جئتكم بها بيضاء نقية ، ولو كان موسى حياً واتبعتموه وتركتموني ضللتم ))
“Apakah kamu merasa bingung wahai Ibnul Khoththob? Sungguh aku telah datang kepada kalian dengannya dalam keadaan putih bersih. Kalau seandainya Musa hidup dan kalian mengikutinya serta kalian meninggalkanku, niscaya kalian akan sesat.”

Agama yang diterima Allah hanya Islam

Oleh: Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah

Kitab Fadhul Islam bag 4: BAB FIRMAN ALLAH TA’ALA
(وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ)
“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) darinya.” (QS. Ali ‘Imron: 85)1

Dan dari Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rosululah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
(( تَجِيءُ الْأَعْمَالُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَتَجِيءُ الصَّلَاةُ فَتَقُولُ يَا رَبِّ أَنَا الصَّلَاةُ فَيَقُولُ إِنَّكِ عَلَى خَيْرٍ فَتَجِيءُ الصَّدَقَةُ فَتَقُولُ يَا رَبِّ أَنَا الصَّدَقَةُ فَيَقُولُ إِنَّكِ عَلَى خَيْرٍ ثُمَّ يَجِيءُ الصِّيَامُ فَيَقُولُ أَيْ يَا رَبِّ أَنَا الصِّيَامُ فَيَقُولُ إِنَّكَ عَلَى خَيْرٍ ثُمَّ تَجِيءُ الْأَعْمَالُ عَلَى ذَلِكَ فَيَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِنَّكَ عَلَى خَيْرٍ ثُمَّ يَجِيءُ الْإِسْلَامُ فَيَقُولُ يَا رَبِّ أَنْتَ السَّلَامُ وَأَنَا الْإِسْلَامُ فَيَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِنَّكَ عَلَى خَيْرٍ بِكَ الْيَوْمَ آخُذُ وَبِكَ أُعْطِي فَقَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِي كِتَابِهِ وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنْ الْخَاسِرِينَ ))
“Amalan-amalan datang pada hari kiamat. Datanglah sholat, dia berkata: “Wahai Robbku, aku sholat.” Allah berkata, “Sungguh engkau berada di atas kebaikan.” Kemudian datang shodaqoh. Dia berkata, “Wahai Robbku, aku shodaqoh.” Allah berkata, “Engkau sungguh berada di atas kebaikan.” Lalu datang puasa. Dia berkata, “Wahai Robbku, aku puasa.” Allah berkata, “Sungguh engkau berada di atas kebaikan.” Kemudian datang seperti itu amalan-amalan (yang lainnya), lalu Allah berkata, “Engkau di atas kebaikan.” Kemudian datang Islam, dia berkata, “Wahai Robbku, Engkau adalah As-Salam, dan aku Islam.” Allah ‘Azza wa jalla berkata, “Sungguh engkau di atas kebaikan. Denganmu pada hari ini Aku mengambil dan denganmu Aku memberi2. Maka Allah ‘Azza wa jalla berfirman di dalam kitab-Nya: 

21.10.09

Seperti apa Islam itu?

Kitab Fadhul Islam bag 3: BAB TAFSIR ISLAM
Oleh: Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah

Dan firman Allah ta’ala:
فَإِنْ حَاجُّوكَ فَقُلْ أَسْلَمْتُ وَجْهِيَ لِلَّهِ وَمَنِ اتَّبَعَنِ
“Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah, "Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku." ( QS. Ali ‘Imron: 20)


Dan dalam Ash-Shohih dari ‘Umar bin Al-Khoththob radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Wajib Masuk ke dalam Islam

Kitab Fadhul Islam bag 2: BAB WAJIB MASUK KE DALAM ISLAM
Oleh: Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah

Dan firman Allah ta’ala:
وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) darinya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Ali Imron: 85)

Dan firman Allah ta’ala:
إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ
“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam.” ( QS. Ali Imron: 19)

19.10.09

RENUNGAN DAN NASEHAT DARI GEMPA YANG MENIMPA

Oleh: Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah

Sungguh Allah telah memberikan nikmat kepada kita semua wahai kaum muslimin, dengan kenikmatan yang sangat banyak dan kebaikan yang berlimpah. Kenikmatan terpenting dan terbesar adalah nikmat Islam. Itu adalah nikmat besar yang tidak sesuatu pun yang menyamainya. Barangsiapa yang memahaminya, mensyukurinya, dan istiqamah di atasnya, baik dalam ucapan maupun amalan, maka sungguh ia telah sukses meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.

Hikmah Ilahi di Balik Musibah Gempa Bumi dan Tsunami

Penulis: Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rahimahullah

Orang-orang berbeda pendapat dalam (menjelaskan penyebab terjadinya) gempa.
Ada yang mengatakan bahwa gempa merupakan peristiwa yang bersifat alami, tidak ada kaitannya dengan agama. Sebagian lainnya mengatakan bahwa gempa merupakan ketentuan dan taqdir Allah Subhanahu wa Ta'ala yang tidak ada kaitannya dengan dosa. Ada lagi yang mengatakan bahwa gempa merupakan kejadian untuk membuat takut manusia dan tiada kaitannya dengan dosa. Sebagian lagi mengatakan bahwa gempa terjadi disebabkan oleh dosa manusia.

Pelipur Lara Saat Musibah dan Bencana

Penulis: Al-Ustadz Abdul Mu’thi Sutarman, Lc

Yang namanya musibah tentu rasanya tidak mengenakkan. Makanya banyak manusia merasa tidak suka bila hidupnya tiba-tiba menjadi menderita karena musibah. Kehidupan yang selama ini mapan bisa hancur tak bersisa. Tidak sedikit di antara mereka yang mengalami kesedihan berlarut-larut hingga menyebabkan stress. Bagaimana kiat menghadapi musibah secara benar dan bijak?

17.10.09

Madzhab Ahlussunnah wal jamaah: karomah para wali

(Oleh: Asy-Syaikh Sholih bin Fauzan Al-Fauzan hafizhohullah)

Termasuk pokok aqidah ahlussunnah: membenarkan karomah-karomah para wali.
Karomah-karomah adalah jamak dari karomah. Sedangkan karomah adalah: perkara-perkara di luar kebiasaan yang Allah langsungkan melalui tangan-tangan para wali. Maka karomah adalah perkara yang di luar kebiasaan manusia.

Sedangkan para wali adalah jamak dari wali. Wali adalah: seorang mukmin yang bertakwa, sebagaimana firman Allah:
أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ (62) الَّذِينَ آَمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ (63)
“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati, yaitu orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.” (Yunus: 62-63)

Manhaj Salaf: Karomah Para Wali

(Oleh: Asy-Syaikh Muhammad bin Sholih Al-‘Utsaimin rohimahullah)

Karomah para wali adalah masalah yang penting. Seharusnya diketahui yang benar dalam masalah itu dari yang batil. Apakah karomah para wali itu sesuatu yang hakekat yang tetap? Ataukah hal itu termasuk khayalan-khayalan saja?
Syaikhul Islam -rohimahullah- menerangkan pendapat ahlussunnah (-salafy-) tentang hal itu, dengan perkatannya: “Dan termasuk pokok aqidah ahlussunnah: membenarkan karomah-karomah para wali.”



* Lalu siapakah para wali itu?

11.10.09

Nasehat seputar tentang Gempa Bumi

Bersama: Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah

Segala puji bagi Allah. Semoga sholawat dan salam tercurah atas Rosulullah, keluarganya, para shohabatnya, dan orang-orang yang mengikuti petunjuknya. Adapun sesudah itu:

Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui dalam perkara yang yang Dia tetapkan dan taqdirkan, sebagaimana Dia juga Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui dalam perkara yang Dia syariatkan dan perintahkan. Dialah Allah yang menciptakan dan menakdirkan tanda-tanda kekuasaan-Nya sesuai yang Dia kehendaki,

Hukum Sholat Kusuf Ketika Gempa dan Semisalnya

Bersama: Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah

S: Apakah disyariatkan sholat kusuf ketika melihat tanda-tanda kekuasaan Allah, seperti gempa, petir, badai, angin ribut, terangnya malam hari, gelapnya siang hari, gunung meletus dan semisalnya?

Sebab Musibah: Gempa, Banjir, Gunung Meletus

Gempa bumi, banjir, terjadi dengan taqdir dan qadha Allah
Bersama: Syaikh Abdul Aziz Bin Baz rahimahullah

S: Gempa bumi, gunung meletus, petir, dan banjir... apakah termasuk pasukan Allah?


J: Semuanya ini dan lainnya termasuk yang diadakan Allah di alam ini. Semuanya terjadi dengan qodho, taqdir dan pengaturan-Nya untuk hikmah-hikmah yang matang dan tujuan-tujuan terpuji yang diketahui oleh Allah, meskipun tersembunyi atas kebanyakan orang.

10.10.09

Syaikh Muh Bin Abdul Wahhab: BAB KEUTAMAAN ISLAM

Bismillah
Para pembaca semua, yang semoga dirahmati oleh Allah.

Pada posting berikut ini akan dihadapkan kepada para pembaca semua terjemahan dari kitab seorang ulama terkenal yaitu Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah yang telah diberi ta'liq oleh Syaikh Ibnu Baz rahimahullah, Insya Allah. Semoga dipermudah dan diberkahi oleh Allah.
--------------------------------------------------------------------

KEUTAMAAN ISLAM

(Terjemah

Kitab Fadhlul Islam)

Karya: Syaikhul Islam Al-Imam Muhammad bin ‘Abdul Wahhab
Rohimahullah



Dengan ta'liq (keterangan) oleh Al-‘Allamah Mufti Negara Saudi
Asy-Syaikh Al-Imam ‘Abdul ‘Aziz bin Baz
Rohimahullah


7.10.09

Perhatian dengan Ilmu Agama

Bersama: Syaikh Sholih Alusy Syaikh Hafizhahulloh
Bismillahirrohmanirrohim
Segala puji bagi Allah. Semoga Sholawat dan salam tercurah kepada Rosulullah, keluarganya, para shohabatnya dan orang-orang yang mengambil petunjuknya. Adapun sesudah itu:

Sesungguhnya perhatian dengan ilmu, mencintai ilmu, semangat terhadap ilmu, dan menghadapkan diri kepada ilmu adalah sebuah petunjuk sehatnya hati, karena hati jika sehat bagi dirinya dan mengetahui apa yang memberikan manfaat padanya, maka hati itu akan semangat terhadap ilmu. Yang demikian itu karena Allah جل جلاله memuji ahlul ilmi dan mengangkat mereka di atas orang selain mereka dengan beberapa derajat. Allah سبحانه berfirman:

6.10.09

HIKMAH ILAHI DI BALIK GEMPA BUMI

Penulis: Al-Ustadz Abdul Haq Al-Bantuli)*

Di sebuah tempat di negeri ini, seorang ibu berkerudung tengah duduk ditemani tiga anaknya. Di depannya tampak sebuah rumah yang hampir rata dengan tanah. Itulah harta berharganya yang telah terenggut oleh gempa. Hampir tak ada lagi yang tersisa setelah itu.

Namun sedikitpun, tidak tampak gurat kesedihan pada dirinya. Padahal kini dengan sisa harta yang tidak seberapa, dia harus berjuang untuk hidup. Ia pun mesti mengubur dalam-dalam bayang kenyamanan tinggal di sebuah rumah. Karena rumahnya kini, hanya beralaskan bumi dan beratapkan langit.

Khutbah Kelembutan Allah terhadap Para Hamba Ketika Masa Kesempitan

Kelembutan Allah terhadap Para Hamba
Ketika Masa Kesempitan

Khutbah oleh Syaikh Abdurrahman As-Sa’di

الْحَمْدُ للهِ الرَّؤُوفُ الرَّحِيمِ، الْبَرُّ الْجَوَّادُ الْكَرِيْمِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْمَلِكُ الْعَظِيْمُ، لَهُ اْلأَسْمَاءُ الْحُسْنَى، وَالصِّفَاتُ الْعُلْيَا وَاْلإِحْسَانِ الْعَمِيْمِ، وَلَهُ الرَّحْمَةُ الْوَاسِعَةِ وَالْحِكْمَةُ الشَّامِلَةُ، وَهُوَ الْعَلِيْمُ الْحَكِيْمُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الَّذِي قَالَ اللهُ فِيْهِ: {وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ} اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدً وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ هُدُوا إِلَى الْحَقِّ وَإِلَى طَرِيْقٍ مُسْتَقِيْمٍ . أَمَّا بَعْدُ

Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya ruhnya takwa adalah bersyukur kepada Allah atas kenikmatan-kenikmatan-Nya, sabar dan ridho dengan takdir-Nya yang pahit, bersyukur kepada-Nya atas perkara yang disuka dan dicintai, tadhorru’ (merendahkan diri) kepada Allah ketika waktu yang tidak disuka dan kesempitan.

Khutbah Anjuran untuk Berbuat Ihsan

Berkaitan dengan Kemarau
Yang Menyebabkan Kesusahan di Pedesaan
dan Membuat Harta Benda Rusak

Khutbah oleh Syaikh Abdurrahman As-Sa’di

الحمد لله الذي وعد المنفقين أجرا عظيما وخلفا ، وأوعد الممسكين لأموالهم عن الخير عطبا وتلفا . وأشهد أن لا إله إلا هو الملك الجواد ، الرءوف بالعباد . وأشهد أن محمدا عبده ورسوله ، أفضل الرسل وخلاصة العباد ، اللهم صل وسلم وبارك على محمد ، وعلى آله وأصحابه ، أولي الفضل والعلم والانقياد .أما بعد

Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya. Sayangilah para hamba Allah, sehingga kalian akan beruntung dengan pahala dan keridhoan Allah. Allah berfirman:
{وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ }
“Dan barang apa saja yang kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39)

Khutbah Dorongan Untuk Bertakwa

Penjelasan Batasan Dan Faedah-Faedah Takwa
Khutbah oleh Syaikh Abdurrahman As-Sa’di


الحمد لله المتفرد بعظمته وكبريائه ومجده، المدبر للأمور بمشيئته وحكمته وحمده، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له في ألوهيته وربوبيته وفضله ورفده ، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله، خير داع إلى هداه ورشده، اللهم صل وسلم وبارك على محمد، وعلى آله وأصحابه وأتباعه وجنده. أما بعد

Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah ta’ala, sesungguhnya bertakwa kepada Allah adalah sebaik-baik pakaian dan bekal, seutama-utama perantara menuju ridho Allah tuhannya para hamba. Allah ta’ala berfirman:
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا * وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezki dari arah yang tidak dia sangka.” (QS. Ath-Tholaq: 2-3)

Biografi Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani


Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani adalah salah seorang ulama Islam terkemuka di masa ini. Beliau diperhitungkan termasuk ulama hadits yang menonjol dalam ilmu jarh dan ta’dil. Beliau adalah hujjah dalam istilah hadits. Para ulama masa sekarang menyatakan bahwa beliau mengulangi masa Ibnu Hajar Al-Asqalani, Al-Hafizh Ibnu Katsir, serta lainnya dari para ulama jarh dan ta’dil.

4.10.09

Kenapa haram/bid’ah ikut madzhab salaf? (2)

Wajib untuk mengikuti manhaj salaf
Jawaban terhadap kedustaan atas manhaj salaf


Sepantasnya seorang yang mencela manhaj salaf (salafi/salafy) untuk tobat dari ucapan-ucapannya dan pemikiran (ra’yu)nya, yang telah jelas menyelisihi Al-Qur’an dan As-Sunnah serta pemahaman para shahabat, tabiin, tabiut tabiin, dan orang-orang yang mengikuti mereka termasuk para imam madzhab dan lainnya seperti Imam Malik, Imam Syafii, Imam Ahmad, Imam Al-Bukhari, serta Imam Muslim.
Harusnya dia mengatakan: “Lapang dada saya untuk tobat dari mencela manhaj salafi/salaf dan pengikut atsar dan hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Kenapa tidak?”

3.10.09

Kenapa haram/bid’ah ikut madzhab salaf? (1)

Wajib untuk mengikuti manhaj salaf
Jawaban terhadap orang yang mencela pengikut manhaj salaf

Sepantasnya seorang yang mencela manhaj salaf (salafi/salafy) untuk tobat dari ucapan-ucapannya dan pemikiran (ra’yu)nya, yang telah jelas menyelisihi Al-Qur’an dan As-Sunnah serta pemahaman para shahabat, tabiin, tabiut tabiin, dan orang-orang yang mengikuti mereka termasuk para imam madzhab dan lainnya seperti Imam Malik, Imam Syafii, Imam Ahmad, Imam Al-Bukhari, serta Imam Muslim.

SIKAP SYAIKH MUQBIL BIN HADI AL-WADI’I Terhadap Usamah bin Laden

SIKAP ‘ULAMA BESAR YAMAN ASY-SYAIKH MUQBIL BIN HADI AL-WADI’I rahimahullah
Terhadap Usamah bin Laden
 (Pimpinan Al-Qaedah, Gerakan Terorisme - Khawarij International)
Penulis: Redaksi Merekaadalahteroris.com

Dalam sebuah pertemuan bersama ‘Allamatul Yaman Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i, dalam surat kabar Ar-Ra’yul ‘Am Kuwait tertanggal 19 Desember 1998 edisi 11.503, beliau berkata :

“Aku berlepas diri di hadapan Allah dari (kesesatan) Bin Laden. Dia merupakan kejahatan dan musibah terhadap umat ini, dan aktivitasnya adalah aktivitas kejahatan.”

2.10.09

Mengenal Lebih Dekat Syaikh Muqbil bin Hadi al Wadi'i

Penulis: Redaksi Merekaadalahteroris.com
Dakwah Salafiyyah Ahlus Sunnah wal Jama’ah di negeri Yaman - bahkan di dunia Islam secara umum - tidak bisa dilepas dari sosok besar Asy-Syaikh Muqbil Al-Wadi’i rahimahullah. Beliau lah yang kembali berhasil melakukan tajdid (pembaharuan) Dakwah Salafiyyah di Yaman pada abad ini. Semenjak masa Al-Imam ‘Abdurrazzaq bin Hammam Ash-Shan’ani rahimahullah tidaklah Dakwah Salafiyyah Ahlus Sunnah wal Jama’ah di Yaman tersebar sebagaimana tersebarnya pada masa Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah.

1.10.09

Menyikapi Aksi Teroris Khawarij

بسم الله الرحمن الرحيم

Oleh: Al-Ustadz Qomar ZA, Lc

Seperti kita ketahui bersama, dalam kurun enam tahun belakangan ini, negeri kita diguncang sejumlah aksi teroris. Yang paling akhir (semoga memang yang terakhir), adalah bom di Hotel JW Mariott dan Ritz Carlton beberapa waktu lalu, disusul dengan peristiwa-peristiwa yang membuntutinya. Peristiwa-peristiwa itu menyisakan banyak efek negatif yang menyedihkan bagi kaum muslimin. Betapa tidak. Kaum muslimin yang merupakan umat yang cinta damai kemudian tercitrakan menjadi kaum yang suka melakukan kekerasan.

Terorisme & Osama bin Laden (Jaringan Al-Qaeda)

Syaikh Abdul Aziz bin Baz, Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i, & Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali kaitannya tentang terorisme & Osama bin Laden (Pemimpin Jaringan Al-Qaedah)

Terus menerus seorang pengaku jihad, pemimpin fitnah dan kesesatan, tokoh kebathilan, dan tokoh Khawarij Teroris menyebarkan sampah pemikirannya yang rusak dan ucapan-ucapannya yang pedas dan pandangan-pandangannya yang sempit.

Pengaku ini tidak mengetahui politik syar’i dan tidak mengetahui kemaslahatan Islam. Bahkan pijakannya adalah “hancurkan dan rusak...” dengan sebutan ‘jihad’, walaupun mengandung pembasmian kaum muslimin.

Bosan beribadah, suka menjauh darinya

Bosan & Malas beribadah, suka menjauh darinya

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata


Dan di antara manusia ada yang mengerjakan hal tersebut (ibadah yang tak sesuai dengan sunnah) bukan karena perhatian dengan kebaikan. Akan tetapi karena senang tergesa-gesa dan ingin menyelesaikannya dengan cepat. Ini lebih jelek dari sebelumnya (yaitu karena ingin kebaikan tapi tak sesuai sunnah). Karena ini muncul dari kejenuhan seseorang terhadap ibadah, kebosanannya terhadap ibadah, dan sukanya lari darinya.