Tampilkan postingan dengan label musibah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label musibah. Tampilkan semua postingan

16.6.11

Gerhana Kadang Sebagai Pertanda Adzab, Kejelekan, Musibah dan Fitnah

Oleh: Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah

Gerhana adalah dihilangkanya sinar matahari atau bulan baik secara keseluruhan atau sebagian. dan tidak terjadi gerhana kecuali dengan perintah Allah. Allah telah menjadikan dua sebab gerhana:

Pertama: secara hissi yang diketahui oleh para ahli falak dengan perhitungan, yaitu bila bulan terletak antara bumi dan matahari pada gerhana matahari dan bila bumi terletak antara matahari dan bulan pada gerhana bulan.

11.12.10

Bencana menimpa orang yang bermaksiat dan orang shalih bila kemaksiatan telah tersebar merajalela

Mungkin ada orang yang berkata ketika ada satu musibah entah banjir, gunung meletus, tanah longsor, gempa, tsunami, angin atau yang lainnya, bencana itu tidak hanya menimpa orang-orang yang berbuat kemaksiatan saja, tapi juga menimpa orang-orang yang shalih.
Memang demikian lah sunatullah yang telah ditetapkan oleh Allah di dunia ini. Untuk memahami kenapa demikian, kami bawakan penjelasan Syaikh Ibnu Utsaimin dalam syarah Riyadhush Sholihin (1/15-16).

Keikhlasan dan amal shalih termasuk penyebab selamatnya seseorang dari berbagai kesempitan dan musibah

Kesempitan, musibah, dan bencana, Allah turunkan untuk suatu hikmah yang besar. Namun dengan itu manusia tidak suka dan ingin terlepas dari kesempitan hidup di dunia dan akhirat. Amal shalih yang disertai niat yang ikhlas bisa menjadi salah satu penyebab selamatnya seseorang dari kesempitan ini.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim tentang tiga orang yang terperangkap dalam gua (pernah dibawakan pada Merendahkan Diri Kepada Allah Ketika Bencana Melanda). Mereka menyangka bahwa terjebaknya mereka dalam gua ada kebinasaan bagi mereka, bencana bagi mereka.

20.11.10

Merendahkan Diri Kepada Allah Ketika Bencana Melanda

Oleh: Syaikh Muqbil Bin Hadi Al-Wadi’i Rahimahullah
Kisah tiga orang yang terjebak dalam gua oleh batu, kemudian batu tersebut dibuka dengan sebab mereka merendahkan diri kepada Allah dengan amal solih mereka.
Dan dalam Ash-Shohihain dari ‘Abdullah bim ‘Umar bin Al-Khoththob rodhiyallahu ‘anhu bahwa Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Ada tiga orang pada masa sebelum kalian. Ketika mereka tertimpa hujan, mereka berlindung di dalam sebuah gua. Tiba-tiba sebuah batu yang besar menutup pintu gua itu.

Pelajaran dari Kisah Diadzabnya Umat terdahulu

Oleh: Syaikh Muqbil Bin Hadi Al-Wadi’i Rahimahullah
Sesungguhnya pada kisah umat-umat terdahulu dan apa yang Allah turunkan kepada mereka berupa murka dan siksa Allah disebabkan berpalingnya mereka apa dari yang dibawa oleh para rosul mengandung satu pelajaran dan nasehat.

Terjadi Berbagai Bencana Karena Tidak Ada Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Oleh: Syaikh Muqbil Bin Hadi Al-Wadi’i Rahimahullah

Ini adalah perkara yang memberikan nasehat dan peringatan. Dimana terlihat rumah-rumah hancur dan menjadi puing reruntuhan dan lain sebagainya. Maka sesungguhnya Allah memberikan adzab karena pelanggaran mereka terhadap hak Allah. Adapun manusia, mereka membalas dendam bukan karena agama Allah. Akan tetapi karena membela harga diri mereka. Sehingga batasan syariat itu telah hilang. Dan amar ma’ruf nahi munkar telah hilang di banyak negeri islam.

Sudah Jadi Ketetapan (Sunnatullah), Allah Mengadzab Orang Yang Zholim

Oleh: Syaikh Muqbil Bin Hadi Al-Wadi’i Rahimahullah
Allah berfirman dalam kitab-Nya yang mulia:

“Dan sesungguhnya Kami telah menghukum (Fir`aun dan) kaumnya dengan (mendatangkan) musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan, supaya mereka mengambil pelajaran. Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata, "Ini adalah karena (usaha) kami.”

Jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya. Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. Mereka berkata, "Bagaimanapun kamu mendatangkan keterangan kepada kami untuk menyihir kami dengan keterangan itu, maka kami sekali-kali tidak akan beriman kepadamu".

13.11.10

Kapankah Bencana Beruntun yang Menimpa Bangsa Kita Ini Selesai

Kita  tentu belum lupa dengan kejadian bencana-bencana besar yang menimpa negeri kita, dari tsunami, gempa bumi, angin puting beliung, banjir, dan meletusnya gunung merapi di Jawa Tengah DIY, dan meningkatnya aktifitas gunung-gunung lainnya, yang ini mengurangi ketenangan kita.

Namun seakan itu hanya menjadi sebuah kebiasaan. Orang-orang menganggap itu ada perkara yang lazim, karena negeri kita terletak di daerah pertemuan lempeng tektonik atau daerah curah hujan tinggi, atau daerah ini dan itu. Sehingga manusia biasanya hanya memperkirakan, berusaha menghindari bencana dan menangani dampak bencana bila telah selesai. Terus menerus berulang, sehingga bencana diman-mana sudah menjadi berita harian. Kita berlindung kepada Allah dari berbagai musibah dan bencana, dan kita memohon kepada Allah untuk memberikan kepada kita al-afwu (pemaafan dosa kita) dan al-afiyah (keselamtan di dunia dan akhirat).

19.10.09

RENUNGAN DAN NASEHAT DARI GEMPA YANG MENIMPA

Oleh: Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah

Sungguh Allah telah memberikan nikmat kepada kita semua wahai kaum muslimin, dengan kenikmatan yang sangat banyak dan kebaikan yang berlimpah. Kenikmatan terpenting dan terbesar adalah nikmat Islam. Itu adalah nikmat besar yang tidak sesuatu pun yang menyamainya. Barangsiapa yang memahaminya, mensyukurinya, dan istiqamah di atasnya, baik dalam ucapan maupun amalan, maka sungguh ia telah sukses meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.

Hikmah Ilahi di Balik Musibah Gempa Bumi dan Tsunami

Penulis: Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rahimahullah

Orang-orang berbeda pendapat dalam (menjelaskan penyebab terjadinya) gempa.
Ada yang mengatakan bahwa gempa merupakan peristiwa yang bersifat alami, tidak ada kaitannya dengan agama. Sebagian lainnya mengatakan bahwa gempa merupakan ketentuan dan taqdir Allah Subhanahu wa Ta'ala yang tidak ada kaitannya dengan dosa. Ada lagi yang mengatakan bahwa gempa merupakan kejadian untuk membuat takut manusia dan tiada kaitannya dengan dosa. Sebagian lagi mengatakan bahwa gempa terjadi disebabkan oleh dosa manusia.

Pelipur Lara Saat Musibah dan Bencana

Penulis: Al-Ustadz Abdul Mu’thi Sutarman, Lc

Yang namanya musibah tentu rasanya tidak mengenakkan. Makanya banyak manusia merasa tidak suka bila hidupnya tiba-tiba menjadi menderita karena musibah. Kehidupan yang selama ini mapan bisa hancur tak bersisa. Tidak sedikit di antara mereka yang mengalami kesedihan berlarut-larut hingga menyebabkan stress. Bagaimana kiat menghadapi musibah secara benar dan bijak?

11.10.09

Nasehat seputar tentang Gempa Bumi

Bersama: Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah

Segala puji bagi Allah. Semoga sholawat dan salam tercurah atas Rosulullah, keluarganya, para shohabatnya, dan orang-orang yang mengikuti petunjuknya. Adapun sesudah itu:

Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui dalam perkara yang yang Dia tetapkan dan taqdirkan, sebagaimana Dia juga Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui dalam perkara yang Dia syariatkan dan perintahkan. Dialah Allah yang menciptakan dan menakdirkan tanda-tanda kekuasaan-Nya sesuai yang Dia kehendaki,

Hukum Sholat Kusuf Ketika Gempa dan Semisalnya

Bersama: Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah

S: Apakah disyariatkan sholat kusuf ketika melihat tanda-tanda kekuasaan Allah, seperti gempa, petir, badai, angin ribut, terangnya malam hari, gelapnya siang hari, gunung meletus dan semisalnya?

Sebab Musibah: Gempa, Banjir, Gunung Meletus

Gempa bumi, banjir, terjadi dengan taqdir dan qadha Allah
Bersama: Syaikh Abdul Aziz Bin Baz rahimahullah

S: Gempa bumi, gunung meletus, petir, dan banjir... apakah termasuk pasukan Allah?


J: Semuanya ini dan lainnya termasuk yang diadakan Allah di alam ini. Semuanya terjadi dengan qodho, taqdir dan pengaturan-Nya untuk hikmah-hikmah yang matang dan tujuan-tujuan terpuji yang diketahui oleh Allah, meskipun tersembunyi atas kebanyakan orang.

6.10.09

HIKMAH ILAHI DI BALIK GEMPA BUMI

Penulis: Al-Ustadz Abdul Haq Al-Bantuli)*

Di sebuah tempat di negeri ini, seorang ibu berkerudung tengah duduk ditemani tiga anaknya. Di depannya tampak sebuah rumah yang hampir rata dengan tanah. Itulah harta berharganya yang telah terenggut oleh gempa. Hampir tak ada lagi yang tersisa setelah itu.

Namun sedikitpun, tidak tampak gurat kesedihan pada dirinya. Padahal kini dengan sisa harta yang tidak seberapa, dia harus berjuang untuk hidup. Ia pun mesti mengubur dalam-dalam bayang kenyamanan tinggal di sebuah rumah. Karena rumahnya kini, hanya beralaskan bumi dan beratapkan langit.

Khutbah Kelembutan Allah terhadap Para Hamba Ketika Masa Kesempitan

Kelembutan Allah terhadap Para Hamba
Ketika Masa Kesempitan

Khutbah oleh Syaikh Abdurrahman As-Sa’di

الْحَمْدُ للهِ الرَّؤُوفُ الرَّحِيمِ، الْبَرُّ الْجَوَّادُ الْكَرِيْمِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْمَلِكُ الْعَظِيْمُ، لَهُ اْلأَسْمَاءُ الْحُسْنَى، وَالصِّفَاتُ الْعُلْيَا وَاْلإِحْسَانِ الْعَمِيْمِ، وَلَهُ الرَّحْمَةُ الْوَاسِعَةِ وَالْحِكْمَةُ الشَّامِلَةُ، وَهُوَ الْعَلِيْمُ الْحَكِيْمُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الَّذِي قَالَ اللهُ فِيْهِ: {وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ} اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدً وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ هُدُوا إِلَى الْحَقِّ وَإِلَى طَرِيْقٍ مُسْتَقِيْمٍ . أَمَّا بَعْدُ

Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya ruhnya takwa adalah bersyukur kepada Allah atas kenikmatan-kenikmatan-Nya, sabar dan ridho dengan takdir-Nya yang pahit, bersyukur kepada-Nya atas perkara yang disuka dan dicintai, tadhorru’ (merendahkan diri) kepada Allah ketika waktu yang tidak disuka dan kesempitan.

Khutbah Anjuran untuk Berbuat Ihsan

Berkaitan dengan Kemarau
Yang Menyebabkan Kesusahan di Pedesaan
dan Membuat Harta Benda Rusak

Khutbah oleh Syaikh Abdurrahman As-Sa’di

الحمد لله الذي وعد المنفقين أجرا عظيما وخلفا ، وأوعد الممسكين لأموالهم عن الخير عطبا وتلفا . وأشهد أن لا إله إلا هو الملك الجواد ، الرءوف بالعباد . وأشهد أن محمدا عبده ورسوله ، أفضل الرسل وخلاصة العباد ، اللهم صل وسلم وبارك على محمد ، وعلى آله وأصحابه ، أولي الفضل والعلم والانقياد .أما بعد

Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya. Sayangilah para hamba Allah, sehingga kalian akan beruntung dengan pahala dan keridhoan Allah. Allah berfirman:
{وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ }
“Dan barang apa saja yang kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39)