11.12.10

Bencana menimpa orang yang bermaksiat dan orang shalih bila kemaksiatan telah tersebar merajalela

Mungkin ada orang yang berkata ketika ada satu musibah entah banjir, gunung meletus, tanah longsor, gempa, tsunami, angin atau yang lainnya, bencana itu tidak hanya menimpa orang-orang yang berbuat kemaksiatan saja, tapi juga menimpa orang-orang yang shalih.
Memang demikian lah sunatullah yang telah ditetapkan oleh Allah di dunia ini. Untuk memahami kenapa demikian, kami bawakan penjelasan Syaikh Ibnu Utsaimin dalam syarah Riyadhush Sholihin (1/15-16).
Dalam riwayat Imam Al-Bukhari rahimahullah dari Aisyah radhiyallahu ‘anha disebutkan bahwa nanti di akhir zaman ada satu pasukan yang hendak memerangi Ka’bah. Namun ketika mereka sampai di satu dataran, dari awal hingga akhir mereka ditenggelamkan Allah ke bumi. Padahal di di antara mereka ada orang-orang yang tidak berniat untuk memerangi ka’bah, tetapi mereka berniat untuk berjual-beli dan yang lainnya. Mereka semua ditenggelamkan oleh Allah ke bumi. Tetapi di hari kiamat nanti Allah akan bangkitkan dan membalas masing-masing sesuai dengan niat mereka.
Syaikh Utsaimin menjelaskan:
“Di dalam hadits ini ada ibrah (pelajaran) bahwa orang yang ikut serta dengan pelaku kebathilan dan orang-orang yang meampaui batas dan sewenang-wenang, maka dia akan disiksa di dunia bersama mereka, baik dia orang shalih atau orang yang tidak shalih. Siksa itu jika terjadi akan merata, tidak akan meninggalkan seseorang, kemudian nanti di hari kiamat mereka akan dibangkitkan sesuai dengan niat mereka masing-masing.”
Allah berfirman:
وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
“Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” (QS. Al-Anfal: 25)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar