23.7.11

Hukum-hukum Puasa Secara ringkas: Rukun dan Syarat


Mudzakarah tentang Hukum Puasa

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Wushabi hafizhahullah berkata:
Berikut ini adalah ringkasan tentang hukum puasa, aku haturkan kepada saudara-saudaraku muslimin, semoga Allah memberi manfaat aku dan mereka dengannya, baik di dunia dan akhirat. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar Maha Dekat lagi Maha Mengabulkan doa.


RUKUN SHIYAM (PUASA) ada empat:
1. Orang yang berpuasa, dia muslim dan muslimah.
2. Siapa tujuan niat puasa? Yaitu Allah. Dan inilah niat.
3. Apa yang seharusnya seorang muslim berpuasa (menahan diri) darinya? Yaitu perkara-perkara yang membatalkan puasa.
4. Waktu puasa, yaitu waktu dari terbitnya fajar shadiq sampai terbenamnya matahari.
***

SYARAT PUASA BULAN RAMADHAN
Syarat Puasa Bulan Ramadhan ada tujuh:
Dan dibagi menjadi 2 jenis:
Jenis pertama: syarat sahnya puasa, ada empat:
1. Islam,
2. berakal,
3. Berniat pada malam hari, untuk setiap hari puasa, dan mengikatnya pada awal waktunya ketika seorang menyelesaikan dari sahurnya.
Dari Hafshah Ummul Mukminin radhiyallahu ‘anha, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang tidak meniatkan puasa pada malam hari sebelum fajr, maka tidak ada puasa baginya.” HR Ahmad (6/287), Abu Dawud No 2454, At-Tirmidzi No 730, An-Nasai (4/196), Ibnu Majah No 1700, Ibnu Khuzaimah No 1933, Ibnu Hibban dalam Al-Majruhin (2/46) dan Ad-Daruquthni (2/172)

* Syaikh Ibnu Baz rahimahullah memberikan keterangan terhadap hadits ini dalam Hasyiyah beliau terhadap Bulughul Maram karya Ibnu Hajar hal 404 No 626: “Hadits ini menunjukkan perintah untuk melakukan niat puasa pada awal waktunya, ketika seorang menyelesaikan sahurnya.”

4. Dintambah khusus untuk seorang wanita, hendaknya dia tidak sedang haidh dan nifas.

Jenis Kedua: Syarat Taklif, ada tiga:
5. Mampu
6. Tinggal Menetap (tidak safar)
7. Baligh.
***
(Bersambung Insya Allah) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar